Insam, 19 Tahun
Oleh: Nikmatul Wahyuti
Di balik cermin, aku bertanya,
Siapa aku, yang terperangkap dalam waktu,
Di jalan sunyi yang menuntunku ke arah yang tak pasti.
Pikiranku terombang-ambing,
Seperti pir yang jatuh dari pohon,
Lalu tergeletak di tanah, terlupakan.
Usia sembilan belas, seolah baru kemarin,
Namun dunia berkata, "Waktumu sudah tiba."
Aku menatap langit yang terbentang,
Dengan harapan setinggi bintang,
Namun aku hanya manusia biasa,
Pir yang tumbuh, jatuh, dan menghilang.
Aku menulis namaku di setiap angin,
Namun apakah itu cukup untuk dikenang?
Apa aku hanya bayang-bayang yang melintas?
Di atas tanah ini, aku mencarimu,
Insam, pir yang belum sepenuhnya matang,
Terus mencari, terus bertanya,
Siapa aku di antara ribuan suara?
Tak ada jawaban pasti,
Namun aku terus melangkah.
Karena di setiap langkah,
Ada riak-riak kecil yang menandai eksistensiku,
Seperti pir yang jatuh, berbuah dan mengalir,
Aku ada, aku tumbuh, aku mencari.
Pekanbaru, 13 Maret 2025
__
Nikmatul Wahyuti, lahir di Pengalihan, 30 September 2001. Ia adalah seorang mahasiswi semester VI program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Islam Riau (UIR). Ia memiliki ketertarikan terhadap dunia bahasa dan sastra. Berkat dukungan dan arahan dosennya, Bu Dr Wilda Srihastuty Handayani Piliang, S.Pd., M.Pd. ia bisa belajar puisi di bawah bimbingan penyair Muhammad Asqalani eNeSTe. Aktif di kelas Asqa Imagination School (AIS). IG: @nikmatulwaahyuti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar