Di Meja Makan

 


Oleh: Hermin


Di meja makan 

pinggan dan cawan 

suguhkan hidangan penggugah selera surga bagi pemuja rasa

di sela denting sudu dan tala 

silih berganti gelak tawa


Sementara di sana, di utara Jalur Gaza mereka meniti Ramadan dengan perut  kosong tanpa jeda

seorang ibu menahan linangan air mata ketika anak bungsunya minta penawar lapar sementara ia tak punya apa-apa 

seorang ayah tak sanggup merangkai kata manakala sang buah hati bertanya, hari ini kita makan apa?


Rasa lapar dan duka lara jadi orang asing bagi kita

Sementara di Gaza, lapar dan dahaga jadi teman setia bertahun lamanya 

kebebasan dan kidung bahagia telah lama jadi puing-puing bersama runtuhnya tempat tinggal mereka


Judikalita, biarkan aku menangis seraya mengapungkan doa-doa


Cirebon, 16 Maret 2025, 22.43 WIB

__

Bionarasi:

Hermin. Cirebon adalah kota kelahirannya 52 tahun silam (15 Mei 1973). Ia menyelesaikan S-1 di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Bandung tahun 1997 dan S-2 pada prodi yang sama di Unswagati Cirebon tahun 2014. Kebiasaan menulis buku diari saat SD menjadi awal ketertarikannya dalam dunia tulis-menulis. Kerap menulis puisi-puisi sebagai katarsis akhirnya membuahkan hasil terbitnya Buku Antologi Puisi Kau yang Terbaik dan Kubur Waktu yang diterbitkan MediaGuru pada tahun 2018. Kini, ia sedang asyik belajar menulis puisi bersama Asqa Imagination School. IG: hermin_nokmink

Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel