Antua Waimintal: Muhammad Kasim Arifin

 


Oleh: Galuh Duti

Antua
di Waimintal tak segera kembali
membenih harapan di tanah orang
sedang di kota anak muda hidup mentereng
berlomba mengeruk uang
bersaing meninggikan gaji

sementara Antua
tak bisa mengingkari hati
punggung menadah matahari
dicintai petani dan sawah-sawah
tak rindu dipanggil pulang

Ah, Antua. 
di Seram orang-orang menghujani bahagia
layaknya ia enggan kembali
lanjutkan studi
tak silau dengan bising kota dan dingin AC

Antua 
pelosok negeri mana tak bahagia? 
miliki lelaki sahaja yang tak menanyakan tahta. 

Malang, 2 Februari 2025

___

Bionarasi:

Galuh Duti. Perempuan kelahiran Surabaya, 21 Maret yang berprofesi sebagai pengajar di TK ini mulai serius  menulis pada Tahun 2022. Baginya, menulis puisi selain hobi juga menjadi jalan untuk bahagia. Novela pertamanya berjudul Melukis Wajah. Kelas puisi yang pernah diikuti Asqa Imagination School (AIS). Aktif di kelas puisi Ruang Kata. Puisi-puisi telah tayang di beberapa media di antaranya : Jalan Puisi COMPETER, KKR Bali, Sepenuhnya.com, Walisongo.com, Tirastime, Pura-Pura Penyair, dan Ompi-Ompi. Anda dapat menghubungi di IG: @galuhduti FB: Galuh Duti. WA: 0881026738889


Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel