Aku Lahir dari Rahim Puisi
Oleh: Syeftyan Afat
aku lahir di sebuah rumah tua
kayu jati & ukiran masa purba
jadilah penanda waktu, ketika
suara bayi menangisi dunia
aku lahir dari sebuah mantra
yang dirapal di malam ketujuh
kasidah cinta pada Sang Nabi
ditiupkan lembut tepat di kepalaku
bayi kecil itu hanya mengenal
air susu ibu, bukan nasi putih
yang dimakannya setiap hari
ketika ia menginjak dewasa
hari demi hari aku tumbuh perlahan
dan di hari ke-7564, perahu dalam
hidupku limbung terkena gelombang,
badai, dan angin dari selatan
sesuatu yang kemudian aku ingat;
rumah tua, kayu jati & ukiran purba
menjelma kata-kata tanpa suara;
kata-kata yang gemanya menghidupi rona
kata-kata yang getarnya memeluk prahara
kata-kata yang sederhana & meminta
"pulanglah! Ibu menunggumu di atas sajadah"
aku lahir di sebuah rumah tua
aku lahir dari sebuah mantra
aku lahir dari rahim puisi bernyawa
Pacitan, 26 Februari 2025
___
Bionarasi:
Syeftyan Afat, lahir di Pacitan pada 28 April. Pernah nyantri di Pondok Tremas dan aktif di komunitas literasi Soko Pena Attarmasie. Pernah juga bergabung di Komunitas Senja Bersastra di Malioboro. Saat ini ia sedang menekuni belajar menulis puisi dan esai. Aktif di kelas Asqa Imagination School (AIS). Sedikit tulisannya dapat dijumpai di beberapa media online. Dapat dikunjungi di akun IG: @syeftyanafat_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar