Di Bawah Langit Retak

 


Oleh: Setiabasa 


Ada gemuruh di perut bumi

Megathrust berbisik di sela retakan sunyi

Pelan-pelan, gelombang raksasa mengeja takdir

Memeluk pantai dengan raungan getir


Langit gelap, penuh teka-teki

Di balik awan ada suara atau halusinasi

Kata mereka, para pengendali dunia

Mengatur gempa seperti simfoni tanpa nada


Global elite duduk di singgasana

Di balik tirai emas, mereka bicara tentang kita

Benang-benang kekuasaan mereka tenun

Menyulam nasib tanpa peduli darah yang tumpah


Konspirasi menggema di telinga malam

Teori menyelinap seperti asap dalam kelam

Apa yang nyata, apa yang ilusi

Ketika kebenaran menjadi sandera di balik intrik ambisi


Megathrust tak pernah memilih korban

Tapi siapa yang selamat, itu kebetulan?

Adakah mereka yang berdiri di puncak menara

Menatap kehancuran seperti sekadar drama di layar kaca?


Dan kita, di bawah bayang kekuasaan

hanyalah pion di papan permainan

Namun semesta adalah saksi setia

yang mengingat luka, mengabadikan duka


Ketika megathrust kembali menggeliat

Mungkin hanya keadilan alam yang tersirat

Di tengah gempa, di tengah ombak

Semua topeng akhirnya retak


Rintis, 16 Januari 2025

__

Bionarasi:
Setiabasa (Setia Xu). Ibu Rumah Tangga yang telah memiliki buku. Ia suka membaca buku dan mulai rajin menulis puisi. Ia tertarik dengan dunia pendidikan. Aktif di kelas puisi Asqa Imagination School (AIS). IG: @setia.xu

Related Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel